Entah bagaimana ia harus mengingat mereka nanti, rasanya sulit sekali
melupakan sikap sekelompok orang itu terhadapnya. Dari luar memang terlihat mereka
dekat, tapi berbeda dengan hatinya, ia tak sejalan dengan pikiran mereka, entah
ia yang berbeda atau mereka yang berbeda. Awalnya ia merasa masih ada yang lain
yang bisa menemaninya, orang lain yang sejalan dengan pola pikirnya, namun,
setelah siang itu, ia terkejut mendengar pernyataan seseorang. Memang ada perasaan kesepian jauh di dalam sana, tapi ia sadar,
masih ada janji nyata dari-Nya. Ia percaya siapa yang berjalan di jalan-Nya
akan sampai ke tujuan. Ia bukan siapa-siapa, ia hanya seorang manusia biasa
yang mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk orang tuanya, yang berusaha
memberikan kebenaran pada orang-orang yang telah memberikan ilmu padanya. Ia tak
mau mereka bangga karena kepalsuan, ia hanya ingin menulis apa saja yang bisa
ia tulis.
Alhamdulillah, hari ini Allah memberi aku kesempatan istirahat di kos, istirahat dari rutnitas yang akhir-akhir ini sering aku jalani karena adanya pagelaran tari. Ya..., Allah memang tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya , disaat staminaku mulai terkuras, Allah mengizinkan aku untuk memulihkan keadaanku, Alhamdulillah......

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog saya, komentar Anda sangat berarti bagi saya....