Entah bagaimana ia harus mengingat mereka nanti, rasanya sulit sekali
melupakan sikap sekelompok orang itu terhadapnya. Dari luar memang terlihat mereka
dekat, tapi berbeda dengan hatinya, ia tak sejalan dengan pikiran mereka, entah
ia yang berbeda atau mereka yang berbeda. Awalnya ia merasa masih ada yang lain
yang bisa menemaninya, orang lain yang sejalan dengan pola pikirnya, namun,
setelah siang itu, ia terkejut mendengar pernyataan seseorang. Memang ada perasaan kesepian jauh di dalam sana, tapi ia sadar,
masih ada janji nyata dari-Nya. Ia percaya siapa yang berjalan di jalan-Nya
akan sampai ke tujuan. Ia bukan siapa-siapa, ia hanya seorang manusia biasa
yang mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk orang tuanya, yang berusaha
memberikan kebenaran pada orang-orang yang telah memberikan ilmu padanya. Ia tak
mau mereka bangga karena kepalsuan, ia hanya ingin menulis apa saja yang bisa
ia tulis.
Liburan akhir semester 2 ini memang tak ada agenda wajib kampus, aku pikir semuanya akan berjalan sesuai rencana matang yang telah ku siapkan sedemikian rupa agar liburanku menyenangkan dan bermanfaat, fiuuuuuhhh...., tapi ternyata banyak sekali hal yang muncul di luar dugaan, alhasil semua rencana korat-karit tak menentu dan tak terlaksana maksimal (titik dua angka tiga) , mulai dari masalah dengan hasil kerja kerasku yang tak begitu sesuai jalannya rencana, waktu yang tak sinkron dengan rencana agenda liburan, Si Defa yang tiba-tiba ngambek, sedangkan semua file masih ada komplit di dalamnya tanpa ada copian di fd, aaaaaaaaaaakkkkk......., ya sudahlah, memang tak bisa menyalahkan hal yang terjadi, tapi sedikit banyak sudah membuatku tak fokus dengan amanah yang diberikan padaku, mau bagaimana lagi, ya inilah aku, rasanya dikepalaku penuh dengan segala hal setiap saat, maaf ya kawan-kawan, mbak-mbak, dan mas-mas...., belum bisa menjalankan amanah dengan baik, yah manusia hanya bisa b...

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog saya, komentar Anda sangat berarti bagi saya....