Langsung ke konten utama

Dinding Berubin Putih

Beberapa kali, tidak, mungkin sudah puluhan kali aku melintasi dan memandanginya. Dinding berubin putih itu, masih sama seperti yang dulu, hanya dinding yang nampak menua dan mahasiswanya yang silih berganti. Tujuh tahun semenjak saat itu, seolah keadaan memaksaku membuka mata, ada sisi lain dari kehidupan yang kujalani, sisi yang sama sekali belum pernah aku tahu sebagai seorang bocah usia sebelas tahun, sisi ganasnya kehidupan ini. Sementara bocah sebelas tahun hanya tahu dunia bermain dan sekolah, zona aman yang tak banyak disukai anak-anak seusiaku ini malah membuatku nyaman berada di dalamnya. 

Perubahan mendadak yang kuterima saat itu tak lantas membuatku mudah mengerti, mau apalagi? Sebelas tahun di zona aman, tiba-tiba harus dihadapkan dengan bukti sisi gelap kehidupan. Bahkan saat itu aku merasa tersisihkan, namun itu dulu, di saat aku masih belum mengenal siapa aku, sekarang aku mulai memahami, semuanya terjadi karena suatu alasan, hanya saja aku, kita, belum menemukan apa alasan di balik ini semua. Sekarang aku berusaha mendewasakan diri untuk bisa menjaga dan mengganti setiap detik yang hilang selama ini. Hanya saja..., aku membutuhkan kalian di belakang, dan di sampingku, doronglah aku ke depan ketika aku mulai memperlambat langkahku, genggam erat tanganku dan ajaklah aku berlari ketika aku mulai berhenti.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Titik Dua Angka Tiga

Liburan akhir semester 2 ini memang tak ada agenda wajib kampus, aku pikir semuanya akan berjalan sesuai rencana matang yang telah ku siapkan sedemikian rupa agar liburanku menyenangkan dan bermanfaat, fiuuuuuhhh...., tapi ternyata banyak sekali hal yang muncul di luar dugaan, alhasil semua rencana korat-karit tak menentu dan tak terlaksana maksimal (titik dua angka tiga) , mulai dari masalah dengan hasil kerja kerasku yang tak begitu sesuai jalannya rencana, waktu yang tak sinkron dengan rencana agenda liburan, Si Defa yang tiba-tiba ngambek, sedangkan semua file masih ada komplit di dalamnya tanpa ada copian di fd, aaaaaaaaaaakkkkk......., ya sudahlah, memang tak bisa menyalahkan hal yang terjadi, tapi sedikit banyak sudah membuatku tak fokus dengan amanah yang diberikan padaku, mau bagaimana lagi, ya inilah aku, rasanya dikepalaku penuh dengan segala hal setiap saat, maaf ya kawan-kawan, mbak-mbak, dan mas-mas...., belum bisa menjalankan amanah dengan baik, yah manusia hanya bisa b...

Find Your Passion

Terkadang kita merasakan lelah dalam menjalani segudang aktivitas, terkadang kita merasakan jenuh dengan semua hal yang ada di sekitar kita, terkadang pula kita merasa jengkel dengan suasana sekitar yang membuat kita tidak nyaman. Itulah ciri seseorang yang putus asa dan jenuh dengan keadaan yang berjalan sama setiap harinya. Jika sudah begini, rasanya hanya ingin menenangkan diri, melupakan semua rutinitas yang membuat lelah. Untuk menghilangkan perasaan ini membutuhkan cara yang tidak mudah, dari melakukan semua kegiatan yang disukai, menenangkan diri di kamar, curhat dengan teman, bahkan sampai memanggil motivator yang dianggap mampu membangkitkan semangat kita kembali. Namun tahukah bahwa hilangnya semangat kita sebenarnya berawal dari diri kita sendiri? Ya…., semuanya berasal dari pikiran kita. Jadi semua alasan yang kita ungkapkan seperti halnya ketidakcocokan dengan teman, keadaan sekitar yang tidak nyaman, atau mungkin mendapatkan suatu hasil yang tidak sesuai dengan apa...

Introvert :D

Selama ini kualitas pemimpin kerap disandingkan dengan sifat-sifat kaum ekstrovert: percaya diri, supel, suka perhatian, hobi bicara. Kita sering lupa bahwa banyak orang besar di luar sana yang justru dikenal karena sikapnya yang tenang, berkarisma walau gak banyak bicara, dan rela bekerja di balik layar tanpa menerima tepuk tangan dari atas panggung. Bill Gates, Marissa Mayer, Bung Hatta: mereka bertiga adalah bukti nyata bahwa kamu yang introvert juga bisa menjadi orang yang dihormati dan berpengaruh. Kualitas khas pemimpin apa lagi yang ada secara alami dalam diri para introvert ini? Simak dalam artikel berikut dan yakinkan teman introvertmu kalau mereka adalah orang dengan potensi besar. 1. Dengan kepekaan alami yang mereka miliki, introvert bisa mendengar serta memahami orang lain dengan brilian Bill Gates mendengar pengarahan Rektor UGM via  Secara umum orang introvert adalah pendengar yang baik. Bukan karena mereka terlalu pemalu untuk mengekspresikan pendapatnya,...