Langsung ke konten utama

Seketika aku terbangun dari tidur panjangku, yang bahkan ketika itu aku tak tahu kapan akan terbangun kembali. Ia menyadarkanku dari imajinasi semu yang telah mengurungku jauh dari harapan. Ia menggandeng tanganku kemudian menatapku, seolah berkata “ Kamu pasti bisa.” Aku tersentak melihat pandangan mata itu. Ia belum begitu mengenalku, ia juga belum tahu benar bagaimana watakku. 

Namun tanpa raut wajah ragu ia begitu saja memberikan kepercayaan itu kepada ku. Ia membuatku percaya pada kekuatan dalam diriku. Hampir empat belas tahun usiaku saat itu, namun aku belum bisa mengenali diriku. Ia membuka mataku, ia membuatku ingin mempertahankan kepercayaan itu. Ia juga membuatku berusaha untuk tidak membuatnya kecewa. 

Masih teringat gaya mengajar siswa-siswanya, dengan penuh kesabaran ia mengukir tulisan-tulisan penuh makna dalam pikiran kami. Masih pula terukir senyum khas yang membuatku tenang ketika melihatnya. Ketika pengumuman saat itu, aku bahagia bisa melihat senyum bangganya itu yang dilemparkan padaku. Terima kasih telah percaya padaku. Terima kasih telah memberiku ilmu yang bermanfaat, dan terima kasih telah membuatku mengerti arti sebuah kepercayaan. Darinya juga aku mulai menekuni hobi menulisku. Dulu, sekarang, ataupun nanti, ia akan selalu jadi guru inspirasiku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alhamdulillah, hari ini Allah memberi aku kesempatan istirahat di kos, istirahat dari rutnitas yang akhir-akhir ini sering aku jalani karena adanya pagelaran tari. Ya..., Allah memang tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya , disaat staminaku mulai terkuras, Allah mengizinkan aku untuk memulihkan keadaanku, Alhamdulillah......

^-^

Lihatlah Ibu, untuk hal-hal kecil saja aku masih memerlukanmu. Dulu hingga sekarang perkataan dan ucapanmu selalu saja bisa membuatku tenang. Padahal itu hanya sekedar perkataan, apakah setiap kata yang keluar darimu adalah sebuah mantra Bu? (^.^) Aku bukan terlalu memiliki apa yang menjadi hakku, tapi aku hanya berusaha menjaga hadiah yang diberikan orang-orang padaku, terutama dari Ibuku, jadi bisakah setiap orang di dunia ini bertanggung jawab atas apa yang dipinjamnya? 

Materi Pertama :)

Pada tanggal 15 Maret 2015 bertempat di lingkungan Kampus UNISSULA diadakan pertemuan antara anggota senior FLP dengan calon anggota baru. Peserta yang mengikuti oprec kali ini di luar dugaan para senior, dikarenakan cukup banyak peserta hadir. Suasana kampus yang asri dan sejuk menambah ketertarikan peserta mendengarkan materi yang disampaikan Kak Agung. Acara yang dilaksanakan pada hari Minggu ini memberikan banyak ilmu baru bagi peserta. Kegiatan diawali  pembukaan dan tilawah yang dipimpin oleh Mas Ma'rus sebagai pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan. Penyampaian materi yang dilakukan oleh Mas Agung merupakan pengalaman yang pernah beliau lalui. Mas Agung yang bekerja di SDI Harapan Bunda ini menyampaikan 4 poin tentang menulis. Setiap peristiwa yang ada di sekitar kita dapat menjadi bahan tulisan yang nantinya berharga, jadi tulislah semua hal yang terjadi dalam kehidupanmu. Setiap orang memiliki anggapan yang berbeda mengenai jenis tulisan ilmiah atau fiksi...