Langsung ke konten utama

dilematis pendidikan

Ok, sekarang aku ingin mengeluarkan uneg-uneg selama 19 tahun ini aku hidup dan mengenyam pendidikan formal selama lebih kurang 14 tahun, sebenarnya sudah mulai kupikir sejak lama, tapi sampai sekarang aku tak tahu apa solusinya, begini, kenapa selama ini menurut pengalaman yang aku alami, masyarakat cenderung membenarkan apa yang menjadi sesuatu yang biasa di masyarakat, dan menganggap sesuatu yang belum pernah ada ataupun jarang dilakukan itu sesuatu yang ganjil, yang cenderung ke arah aneh. Misalnya pendidikan, kenapa semuanya harus berdasar pada "biasanya, umumnya", bahkan terkadang aku ingin menjalani pendidikan yang tak harus melihat orang lain, eh si itu gini, eh si itu gini, jadi aku ya gini, bla bla bla, mungkin aku harus sekolah di luar negeri dulu, jadi aku bisa berdiri sendiri, kemarin aku baru mendengar cerita, seorang anak dari kenalan ibu bekerja di jepang, dulunya ia kuliah di unnes, lalu aku berpikir, mungkin melakukan hal yang di luar kebiasaan orang di sini akan lebih menyenangkan ya......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alhamdulillah, hari ini Allah memberi aku kesempatan istirahat di kos, istirahat dari rutnitas yang akhir-akhir ini sering aku jalani karena adanya pagelaran tari. Ya..., Allah memang tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya , disaat staminaku mulai terkuras, Allah mengizinkan aku untuk memulihkan keadaanku, Alhamdulillah......

^-^

Lihatlah Ibu, untuk hal-hal kecil saja aku masih memerlukanmu. Dulu hingga sekarang perkataan dan ucapanmu selalu saja bisa membuatku tenang. Padahal itu hanya sekedar perkataan, apakah setiap kata yang keluar darimu adalah sebuah mantra Bu? (^.^) Aku bukan terlalu memiliki apa yang menjadi hakku, tapi aku hanya berusaha menjaga hadiah yang diberikan orang-orang padaku, terutama dari Ibuku, jadi bisakah setiap orang di dunia ini bertanggung jawab atas apa yang dipinjamnya? 

Materi Pertama :)

Pada tanggal 15 Maret 2015 bertempat di lingkungan Kampus UNISSULA diadakan pertemuan antara anggota senior FLP dengan calon anggota baru. Peserta yang mengikuti oprec kali ini di luar dugaan para senior, dikarenakan cukup banyak peserta hadir. Suasana kampus yang asri dan sejuk menambah ketertarikan peserta mendengarkan materi yang disampaikan Kak Agung. Acara yang dilaksanakan pada hari Minggu ini memberikan banyak ilmu baru bagi peserta. Kegiatan diawali  pembukaan dan tilawah yang dipimpin oleh Mas Ma'rus sebagai pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan. Penyampaian materi yang dilakukan oleh Mas Agung merupakan pengalaman yang pernah beliau lalui. Mas Agung yang bekerja di SDI Harapan Bunda ini menyampaikan 4 poin tentang menulis. Setiap peristiwa yang ada di sekitar kita dapat menjadi bahan tulisan yang nantinya berharga, jadi tulislah semua hal yang terjadi dalam kehidupanmu. Setiap orang memiliki anggapan yang berbeda mengenai jenis tulisan ilmiah atau fiksi...